• Ming. Feb 25th, 2024

TKN AMIN Incar Pertumbuhan Ekonomi RI 6,5% di 2025-2029

Jakarta: Tim Kampanye Nasional Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (TKN AMIN), Wijayanto Samirin menyebut target pertumbuhan ekonomi yang tertuang dalam visi misi sebesar 5,5-6,5 persen secara rata-rata per tahun untuk periode 2025-2029.

“Angka 5,5 persen hingga 6,5 persen, ini progresif tetapi realistis karena kita sedang berada di era dunia ini mengalami slow down. Jadi 2024, bahkan World Bank mengatakan kita akan tumbuh lambat sekali di dunia Indonesia akan tumbuh di bawah 4,9 persen,” ucap Wijayanto di Djakarta Theater pada Rabu, 10 Januari 2024.

Hal tersebut, lanjutnya, merupakan fenomena nyata di lapangan, sehingga target tersebut sudah termasuk dalam angka yang dinilai progresif.

Untuk menopang pertumbuhan ekonomi tersebut, maka dibutuhkan investasi yang bertumbuh sebanyak 6,5 persen sampai 9,4 persen. Meskipun sulit, namun diyakini bisa tercapai.

“Bisa tercapai, tetapi perlu kerja keras. Perlu dukungan dunia usaha, dalam hal ini misalnya Kadin,” tutur dia.

Wujudkan Indonesia Emas

Di sisi lain, Wijayanto menyampaikan tiga hal yang akan didorong oleh calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 1 untuk mencapai Indonesia Emas 2045.

“Pertama AMIN juga menekankan pentingnya dunia usaha untuk tumbuh menjadi motor pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, menciptakan daya tahan ekonomi. Ini sama persis dengan di road map dunia usaha didorong menjadi motor pergerakan,” jelas dia.

Kedua, lanjut Wijayanto, hal yang didorong adalah soal kepastian hukum. Dalam hal ini, AMIN memahami betul indeks kemudahan berbisnis atau Ease of Doing Business (EODB).

“Walaupun regulasinya sudah disederhanakan, sudah dilakukan dan lain sebagainya, selama kepastian hukum itu tidak menjadi bagian dari keseharian, maka berusaha itu juga sulit. Dalam aspek ini, AMIN memberikan porsi luar biasa besar,” tegas dia.

Hal ketiga yang tidak kalah menarik juga adalah masalah keberlanjutan bagaimana transisi energi. Wijayanto juga memastikan AMIN memberikan porsi luar biasa besar dalam hal tersebut.

Anies Tegaskan Pendapatan Negara Harus Cukup untuk Tambah Anggaran Pertahanan

Jakarta: Calon presiden RI nomor urut 1 Anies Baswedan mengatakan, untuk menambahkan anggaran pertahanan, perlu memperbesar Produk Domestik Bruto (GDP) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia menegaskan, pertumbuhan ekonomi penting.

“Dengan pertumbunan ekonomi yang merata, dan berkualitas, harapannya, kita memiliki masukan negara yang cukup,” kata Anies dalam debat ketiga capres di Jakarta, Minggu, 7 Januari 2024.

Selain itu, Anies menambahkan, utang yang digunakan untuk aktivitas produktif juga dapat meningkatkan kesejahteraan yang menumbuhkan perekonomian.

Ia menuturkan, perlu juga memperluas basis pajak untuk meningkatkan pendapatan. Menurutnya, praktik koruptif yang membuat anggaran tak terserap tidak secara optimal, harus ditiadakan.

“Dengan begitu, porsi yang kita miliki untuk sektor pertahanan akan bisa dialokasikan. Karena tanpa memiliki anggaran cukup, maka alokasi pertahanan akan berat,” tegasnya.

Menurutnya, jika ada pembelanjaan, maka harusnya belanja di perusahaan pertanhanan milik INdonesia. “Kalaupun ada utang, maka itu (pembelanjaan) akan satu paket dengan senjata alutsistanya, sehingga menjadi satu kesatuan,” ujarnya.

Anies menegaskan dia akan meniadakan praktik middleman (orang dalam) dalam penyelenggaraan alutsista.

By Admin