• Jum. Mar 1st, 2024

Sejumlah Wilayah di Bandung Banjir usai Dilanda Hujan Deras

Bandung: Pasca-turun hujan deras, sejumlah kawasan di Kabupaten Bandung Jawa Barat (Jabar), kembali terendam air. Hujan yang turun mulai Kamis siang, 11 Januari 2024, siang hingga malam, membuat petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dikerahkan ke lapangan, guna membantu warga yang terdampak bencana banjir tersebut

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama mengatakan, sejumlah petugas BPBD bersama warga setempat dan dibantu narahubung membantu evakuasi warga yang terdampak banjir di sekitar jembatan Lamajang dan TPT Sungai Cigede Desa Citeureup Kecamatan Dayeuhkolot.

“Evakuasi warga terpaksa dilakukan karena kondisi rumah warga terendam akibat luapan sungai di sekitarnya. Evakuasi ini dilakukan untuk mengurangi risiko yang disebabkan banjir tersebut,” jelasnya, Jumat, 12 Januari 2024.

Menurut Uka, BPBD juga turut melakukan asesmen dampak banjir yang terjadi di kawasan Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah dan Bojongsoang karena meluapnya Sungai Citarum. Banjir juga terjadi di kawasan Kecamatan Majalaya juga akibat luapan Sungai Citarum.

Asep warga Kampung Lamajang RW 05/15/17 Desa Citeureup Kecamatan Dayeuhkolot, mengatakan banjir disertai Air deras, datang dari arah hulu mengalir cukup deras, sampai tanggul jebol, kemudian mengalir ke permukiman warga.

“Banjir mulai tampak, sekitar pukul 17.00 WIB, yang terjadi secara tiba-tiba sesaat setelah turun hujan deras. Awalnya hujan deras, kemudian terjadi yang material tanggul jebol, akibat aliran sungai deras, sehingga saluran air deras di sana airnya meluap ke permukiman warga,” terangnya.

Menurut Asep, meluapnya air dari sungai tersebut, karena debit air yang tinggi tidak tertampung hingga akhirnya meluap dan membawa material lumpur serta sampah dan ranting pohon. Akibat kejadian tersebut rumah yang berada di tiga RW, di wilayah Lamajang terendam banjir. Kemudian masyarakat beserta petugas dari Polsek Dayeuhkolot langsung melakukan evakuasi.

“Hingga saat air masih belum surut dan kami masih berupaya meminimalisasi jumlah rumah warga yang terdampak, serta melakukan penanganan sementara agar banjir tidak sampai meluas,” ucapnya.

Selain di Kabupaten Bandung, banjir juga terjadi di pemukiman warga yang tinggal di Jalan Braga Kota Bandung, banjir yang terjadi di kawasan ini diduga karena adanya tanggul di pemukiman yang jebol sehingga air dari Sungai Cikapundung meluber ke rumah warga, khususnya yang tinggal di RW 04 dan RW 08.

Penjabat Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono memastikan proses evakuasi terus berjalan. Hingga Kamis, 11 Januari 2024, pukul 20.00 WIB, tim dari Diskar PB, DSDABM, Dinkes, dan Dinas Sosial Kota Bandung masih terus melakukan identifikasi dan jangan sampai ada warga yang tidak teridentifikasi. Tanggul yang jebol sehingga menyebabkan banjir akan segera diperbaiki, untuk mencegah potensi kebencanaan di musim hujan, Pemkot Bandung akan berkoordinasi dengan Pemprov Jabar.

“Semoga dengan kecepatan memperbaiki tanggul, ini dapat mencegah adanya potensi yang tidak diharapkan. Per malam ini, yang bisa kami lakukan adalah melakukan identifikasi dan evakuasi,” ungkapnya.

Kepala Diskar PB Kota Bandung, Gun Gun Sumaryana memastikan, sejauh ini tidak ditemukan adanya korban jiwa, akibat banjir yang melanda kawasan pemukiman di Kawasan Jalan Braga ini. Adapun korban terdampak saat ini dievakuasi ke beberapa titik.

“Kami masih melakukan asesmen. Sejauh ini belum dilaporkan ada korban jiwa. Dan kami berharap tidak ada. Secepatnya akan kami sampaikan hasil asesmen tersebut,” tuturnya.

Banjir Bandang Menerjang Permukiman Warga di Lembang Bandung

Bandung: bandang menerjang permukiman warga di Kampung Cibodas RT 4 RW 14 Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis sore, 11 Januari 2024

Musibah terjadi setelah wilayah ini diguyur hujan deras sejak siang dan menyebabkan bukit di atas permukiman mengalami longsor. Material lumpur dan kayu menghambat aliran drainase sehingga air meluap ke rumah warga.

“Hujan dari jam 1 siang tadi, kemudian terjadi banjir sekitar jam 3 sore. Genangan air kira-kira setinggi pinggang orang dewasa,” kata Sekretaris Desa Suntenjaya, Kiki Andrian, di lokasi.

Kiki menjelaskan atas kejadian ini, ada kurang lebih 4 rumah warga yang mengalami terdampak. Ia memastikan tidak ada korban dalam peristiwa banjir bandang ini.

“Korban jiwa tidak ada, hanya tadi air sempat masuk rumah dan warung warga,” jelasnya.

Pascakejadian warga dibantu aparat kepolisian dan TNI bergotong royong menyingkirkan material pohon dan kayu yang menyumbat saluran drainase. Genangan lumpur yang cukup tebal ditambah hujan yang masih turun di lokasi menghambat proses evakuasi.

“Warga swadaya bekerja bakti menyingkirkan lumpur dan pengangkatan material pohon dan kayu yang menghambat aliran air,” ungkapnya.

Sementara proses pembersihan material dihentikan dan rencananya akan dilanjutkan pada keesokan harinya karena cuaca gelap serta hujan kembali turun di lokasi.

By Admin