• Ming. Feb 25th, 2024

Puluhan Rumah di Sidoarjo Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Sidoarjo: Puluhan rumah di tiga desa Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, rusak akibat terjangan angin puting beliung.

Tiga desa yang terdampak angin puting beliung adalah Desa Kepadangan, Singopadu, dan Kemantren. Tercatat ada lebih 70 rumah yang mengalami rusak ringan akibat terjangan angin kencang itu.

“Peristiwanya terjadi Senin sore kemarin (8/1) dan sebelum muncul angin kencang turun hujan,” kata salah satu warga setempat, Antok, Selasa, 9 Januari 2024.

Antok mengatakan akibat angin kencang tersebut asbes rumahnya beterbangan. Namun dia segera memperbaiki begitu hujan sudah reda. Sementara beberapa rumah tetangganya juga rusak ringan. Kerusakan terjadi rata-rata di bagian atap berupa genteng dan asbes.

Kepala Desa Kepadangan Kecamatan Tulangan, Samsul Anam, mengatakan ada sembilan rumah warganya terdampak angin kencang itu. Menurut Samsul petugas BPBD Sidoarjo sudah turun ke lokasi.

“Di dua dusun di Desa Kepadangan sejumlah 9 rumah yang rusak, akibat angin kencang, namun katagorinya ringan,” kata Samsul.

Sementara itu Kades Singopadu Fahrudin Erfian Yulmi mengatakan ada 62 rumah warganya yang rusak akibat angin kencang. Kerusakan rumah tersebut dengan kategori sedang dan ringan.

Intensitas Hujan Diprediksi Meningkat Sepekan ke Depan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan Papua akan diguyur hujan dengan intensitas lebat selama sepekan ke depan.

Peningkatan intensitas hujan dari sedang ke lebat terjadi lantaran adanya beberapa fenomena atmosfer yang aktif. Misalnya aliran massa udara dari Asia menuju wilayah Indonesia yang dapat meningkatkan massa udara di wilayah Indonesia bagian barat.

Selain itu, gelombang atmosfer yang sedang masuk ke wilayah Indonesia turut membawa massa udara cukup banyak sehingga dapat memicu peningkatan intensitas hujan dari sedang hingga lebat.

BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir, banjir bandang, hingga tanah longsor. Apalagi di puncak musim hujan yang diprediksi akan terjadi pada Januari hingga Februari 2024.

Sejumlah Kawasan di Padang Tergenang Banjir

Hujan deras yang melanda Kota Padang dari kemarin hingga hari ini Sabtu, 6 Januari 2024, berpotensi beberapa daerah di Kota Padang terendam banjir.

Menyikapi cuaca ekstrem ini, Wali Kota Padang Hendri Septa, memerintahkan jajaran terkait di Pemko Padang untuk siaga personil dan peralatan.

Berdasarkan laporan yang diterima dari Kepala BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, di beberapa daerah mulai digenangi air dengan ketinggian yang beragam. Antara lain di Maransi, Rawang dan Damar.

“Saat ini daerah Rawang mulai digenangi air, begitu juga di Maransi, dan Bandar Damar. Ketinggian air beragam, dan kami himbau para pengendara untuk lebih berhati-hati. Saat ini jajaran BPBD Padang siaga dan siap melakukan evakuasi warga jika diperlukan,” kata Hendri dalam keterangan pers.

Dikonfirmasi di kediaman resmi Wali Kota Padang, Hendri Septa sudah mengeluarkan perintah siaga kepada seluruh jajaran Pemko Padang.

“Kita sudah perintahkan jajaran Pemko Siaga. BPBD, para Camat dan Lurah, siaga dan aktif memantau situasi di wilayah masing-masing. Bagi warga kota yang membutuhkan evakuasi atau pertolongan apapun, bisa langsung menghubungi Padang Command Centre di 112, personil kami siap 24 jam,” jelas Hendri Septa.

Senada dengan Hendri Septa, Wakil Wali Kota Padang Ekos Albar via telepon seluler menyatakan jajaran Pemko siap untuk mengambil setiap langkah yang diperlukan, menghadapi cuaca ekstrem Kota Padang di akhir pekan ini.

“Sesuai arahan Bapak Wali Kota, kita siaga. Sore ini kita akan monitoring kawasan-kawasan yang berpotensi banjir, untuk menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan. Semoga cuaca segera membaik,” ungkap Ekos.

By Admin