• Sab. Agu 8th, 2026

Beritababe

Nyok Baca Berita Dari Babe DIjamin Aktual Gak Boong

Mobil Terbang X2 di GIIAS Bikin Heboh, Pabrikan China Ini yang Bikin

X-Peng Mobil Terbang X2 di GIIAS 2026. (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)

Mobil Terbang Mulai Diperkenalkan di Indonesia

–  BERITA BABE
Mobil terbang mulai diperkenalkan kepada publik Indonesia sebagai gambaran teknologi transportasi masa depan. Namun, kehadiran kendaraan tersebut belum diikuti dengan kesiapan regulasi, sehingga pemasarannya di Tanah Air masih harus menunggu kepastian aturan dari pemerintah.

Vice President Marketing XPeng Hari Arianto mengatakan mobil terbang X2 sebenarnya bukan lagi sebatas konsep. Produk tersebut telah dipasarkan di sejumlah negara, namun Indonesia masih membutuhkan proses yang lebih panjang sebelum kendaraan itu bisa dipasarkan.

XPeng X2 Sudah Dipasarkan di Sejumlah Negara

Hari Arianto menjelaskan bahwa XPeng X2 telah mendapatkan perhatian dari konsumen di sejumlah pasar internasional. Salah satu wilayah yang disebut memiliki minat cukup besar terhadap kendaraan tersebut adalah Uni Emirat Arab.

“Jadi memang betul X2 sendiri sebenarnya di luar market Indonesia pun sudah dipasarkan. Bahkan peminatnya juga cukup banyak, terutama di Arab Emirat. Tetapi memang nggak mudah untuk di Indonesia karena ini bukan sekadar mobil, tapi sudah masuk ke ranah keselamatan sehingga harus diajukan perizinan khusus untuk bisa dijual di Indonesia,” ujar Hari kepada CNBC Indonesia saat ditemui di sela GIIAS 2026.

Alasan Mobil Terbang Belum Dijual di Indonesia

Kehadiran XPeng X2 di Indonesia belum berarti kendaraan tersebut akan langsung dipasarkan kepada konsumen. Faktor regulasi dan keselamatan menjadi salah satu pertimbangan utama sebelum mobil terbang dapat digunakan secara komersial.

Karakteristik X2 yang dapat melakukan penerbangan membuat kendaraan tersebut tidak hanya berkaitan dengan regulasi kendaraan bermotor, tetapi juga menyentuh aspek keselamatan penerbangan. Karena itu, diperlukan proses perizinan khusus sebelum teknologi tersebut dapat digunakan secara luas di Indonesia.

XPeng Pamerkan X2 di GIIAS 2026

XPeng sengaja membawa X2 ke ajang GIIAS bukan untuk langsung dipasarkan, melainkan menunjukkan arah pengembangan teknologi perusahaan kepada masyarakat Indonesia. Kehadiran mobil terbang itu juga menjadi bagian dari konsep Physical AI yang diusung perusahaan dalam pameran otomotif tersebut.

Selain X2, perusahaan turut memamerkan replika chip Turing, robot humanoid, hingga sejumlah kendaraan listrik terbaru sebagai gambaran ekosistem teknologi yang tengah dikembangkan secara global.

Teknologi Menjadi Bagian dari Ekosistem XPeng

Menurut Hari, seluruh teknologi yang ditampilkan di GIIAS menunjukkan bahwa perusahaan telah memiliki berbagai produk dan teknologi yang dapat dikembangkan ketika kondisi pasar serta regulasi Indonesia sudah mendukung.

“Barangnya ada. Makanya ini relevan dengan yang kita bawa di GIIAS. Turing Chip, robot, mobil terbang, model-model yang belum dipasarkan di Indonesia, ini untuk menunjukkan ke market bahwa kami siap, tinggal menunggu waktunya,” katanya.

Spesifikasi dan Fungsi Mobil Terbang X2

Hari menjelaskan bahwa X2 dirancang lebih sebagai kendaraan mobilitas jarak pendek dan kebutuhan khusus dibandingkan kendaraan harian. Konsep tersebut membuat mobil terbang ini memiliki fungsi yang berbeda dengan mobil konvensional maupun pesawat ringan.

Mobil terbang X2 memiliki jarak tempuh sekitar 70 kilometer dengan ketinggian terbang hingga sekitar 500 meter. Kemampuan tersebut membuat kendaraan ini berpotensi digunakan untuk perjalanan jarak pendek maupun kebutuhan tertentu di masa depan.

X2 Menggunakan Sistem Penerbangan Otonom

Berbeda dengan pesawat ringan pada umumnya, X2 juga tidak menggunakan joystick maupun pilot. Seluruh penerbangan dilakukan secara otonom dari satu titik ke titik tujuan sehingga pengguna hanya menentukan lokasi keberangkatan dan tujuan perjalanan.

Sistem otonom tersebut menjadi salah satu teknologi utama yang ditawarkan pada X2. Konsepnya memungkinkan kendaraan menentukan perjalanan berdasarkan titik keberangkatan dan tujuan yang telah ditentukan oleh pengguna.

Potensi Penggunaan untuk Rekreasi dan Kondisi Darurat

Menurut Hari Arianto, X2 tidak secara khusus diposisikan sebagai kendaraan pengganti mobil harian. Pengembangannya lebih diarahkan untuk mobilitas tertentu, kebutuhan rekreasional, serta situasi darurat.

“Jadi seperti angkutan online dari satu titik ke titik yang lain. Segala sesuatunya sudah diatur secara otonomos semuanya. Memang fokusnya lebih ke rekreasional, kemudian juga untuk kebutuhan emergency,” ujarnya.

Masa Depan Mobil Terbang di Indonesia

Kehadiran XPeng X2 di GIIAS 2026 memberikan gambaran mengenai perkembangan teknologi transportasi yang mulai bergerak menuju konsep kendaraan udara. Meski teknologinya sudah dikembangkan dan digunakan di sejumlah negara, penerapannya di Indonesia masih membutuhkan kesiapan dari sisi regulasi, keselamatan, infrastruktur, dan penerimaan masyarakat.

Mobil terbang seperti X2 menunjukkan bahwa batas antara kendaraan darat dan kendaraan udara semakin berkembang. Jika regulasi dan infrastruktur pendukung telah tersedia, teknologi semacam ini berpotensi menjadi salah satu bagian dari ekosistem mobilitas masa depan.

Untuk saat ini, XPeng masih menempatkan X2 sebagai teknologi yang diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia. Pameran GIIAS menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk memperlihatkan kemampuan teknologi tersebut sekaligus menunggu perkembangan regulasi sebelum memasuki pasar Indonesia secara lebih luas.

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *