• Kam. Mei 16th, 2024

7 Manfaat Psikologis Ketika Kamu Menjadi Pemaaf

Manfaat Psikologis Ketika Kamu Menjadi Pemaaf

Manfaat Psikologis Ketika Kamu Menjadi Pemaaf Ketika seseorang menyakiti kita, baik itu secara sengaja maupun tidak sengaja, seringkali muncul keinginan untuk membalas perbuatan tersebut agar merasa puas dan senang atas sakit hati yang telah diterima. Namun, kita lupa bahwa ada cara lain yang lebih elegan dan lebih baik untuk membalas sakit hati yang kita terima dari orang lain, yaitu memaafkan.

Memaafkan merupakan salah satu hal yang sangat penting dan bermanfaat bagi kesejahteraan diri sendiri, karena dengan begitu kita dapat meminimalisir emosi negatif yang dapat menguras energi.

Akan tetapi, faktanya memaafkan seseorang tidak selalu mudah untuk dilakukan. Ada serangkaian proses yang terjadi dalam diri sampai dapat benar-benar memaafkan kesalahan orang lain. Nah, biar kamu terdorong untuk mampu memaafkan kesalahan orang lain, baca manfaat yang dapat diperoleh dari proses tersebut, yuk!
Manfaat Psikologis Ketika Kamu Menjadi Pemaaf

1. Kemungkinan mengalami depresi menurun

Manfaat Psikologis Ketika Kamu Menjadi Pemaaf Banyak penelitian yang telah menemukan hubungan antara memaafkan dengan tingkat depresi seseorang. Mereka yang mudah memaafkan memiliki kemungkinan yang lebih rendah untuk mengalami gangguan depresi.

Hal ini karena mereka yang mudah memaafkan tidak akan berlarut-larut dalam kejadian menyakitkan atau tidak menyenangkan yang diterima dari orang lain. Mereka tidak menghabiskan waktunya hanya untuk memikirkan hal tersebut.

Berbeda ketika seseorang tidak ingin memaafkan kesalahan orang lain. Mereka yang memilih untuk tidak memaafkan cenderung didominasi oleh perasaan benci dan marah. Mereka seakan-akan ingin membalaskan dendamnya sebagaimana mestinya. Mereka terjebak oleh bayang-bayang masa lalu yang bisa memicu gejala-gejala atau mood depresi.

2. Meningkatkan harga diri

Manfaat Psikologis Ketika Kamu Menjadi Pemaaf Tahukah kamu bahwa membenci orang lain sejatinya hanyalah membenci diri sendiri? Ketika kita berlarut dalam emosi negatif itu, sesungguhnya kita hanya merugikan diri sendiri karena energi yang dimiliki dihabiskan oleh hal-hal yang tidak berguna.

Memaafkan orang-orang yang telah menyakiti diri dan tetap berbuat baik bahkan dalam keadaan terpuruk sekalipun akan mengubah pandangan kita terhadap diri sendiri menjadi lebih baik. Hal ini karena memaafkan adalah hal yang memang tidak mudah, sehingga berhasil melakukannya membuat kita merasa lebih baik dan lebih bahagia.

Dengan begitu, karena pandangan terhadap diri sendiri menjadi lebih baik, maka harga diri (self-esteem) kitapun meningkat. Kita akhirnya menjadi tidak mudah menyerah dan putus asa, serta menjadi semakin tangguh dan kuat.

3. Meningkatkan kepuasan hidup
Manfaat Psikologis Ketika Kamu Menjadi Pemaaf

Manfaat Psikologis Ketika Kamu Menjadi Pemaaf Memaafkan kesalahan orang lain seringkali disalahartikan sebagai bentuk kekalahan, kelemahan, atau bahkan ketidakberdayaan. Padahal, hal tersebut merupakan bentuk kekuatan dalam diri bahwa kita mampu melakukan hal yang lebih bermanfaat dibanding terus menerus memendam amarah.

Dengan memaafkan, kita tidak lagi menaruh rasa benci dalam diri yang merupakan bentuk emosi negatif. Kita justru akan mampu merasa lebih bahagia dan tentram karena perasaan benci tersebut tidak lagi membebani perasaan. Dengan perasaan tentram itu, kita akan mendapatkan kepuasan dalam hidup karena diri didominasi oleh energi  positif.

4. Terhindar dari amarah yang toxic

Manfaat Psikologis Ketika Kamu Menjadi Pemaaf Ketika kamu merawat amarah dan dendammu dalam diri setelah menerima perlakuan tidak menyenangkan dari orang lain, hal tersebut dapat berdampak negatif bagi kesehatanmu sendiri. Ototmu menjadi tegang karena amarah dalam diri membuatmu ingin membalas perbuatan orang tersebut.

Dengan memaafkan, otot-otot dalam dirimu akan menjadi rileks dan perasaanmu menjadi lebih tentram. Kamu dapat terhindar dari toxic yang dihasilkan oleh rasa dendam dan amarah tersebut ketika kamu memaafkan orang lain.

5. Melatih kemampuan berempati

Manfaat Psikologis Ketika Kamu Menjadi Pemaaf Berikutnya, proses memaafkan juga akan membuatmu belajar melatih rasa empati dalam diri. Kalau sebelumnya kamu mungkin marah dan kesal pada teman yang merebut gebetanmu, dengan memaafkan kamu bisa berpikir lebih positif bahwa hal tersebut mungkin ia lakukan karena kesepian yang teramat sangat.

Dirimu yang memiliki banyak teman tidak sebanding dengan ia yang hanya memiliki segelintir orang disampingnya, dirimu yang punya keluarga harmonis tidak sama dengan ia yang berasal dari broken home. Pikiran-pikiran ini dapat membantumu untuk mengasah kemampuan berempati.

Dengan menghilangkan amarah dan dendam, kamu akan lebih mampu memahami orang yang menyakitimu dengan memosisikan dirimu seperti dirinya. Kemampuan berempatimu akan meningkatkan seiring kamu memaafkan berbagai kesalahan orang-orang yang pernah menyakitimu, baik secara sengaja maupun tidak sengaja.

6. Meredakan stres dalam diri

Manfaat Psikologis Ketika Kamu Menjadi Pemaaf Banyak penelitian yang telah membuktikan bahwa memaafkan dapat menurunkan tingkat stres dalam diri. Memaafkan kesalahan orang lain berarti berdamai dengan segala kenangan menyakitkan yang pernah dilalui. Bayangkan, ketika kamu masih berlarut-larut pada kejadian tersebut.

Kamu akhirnya mencari cara untuk membalas dendammu atau ingin kembali ke masa lalu untuk mengubahnya (which is tentu gak bisa kamu lakukan). Akhirnya, kamu menganggap hal tersebut sebagai masalah yang tidak terselesaikan dan menjadi beban pikiran.

Beban pikiran itulah yang seringkali membuat seseorang tertekan dan stres. Hal ini berbeda ketika kamu memilih untuk keluar dari bayang-bayang kenangan tersebut dan memaafkan orang yang menyakitimu. Kamu tidak lagi menganggap hal tersebut sebagai masalah yang membuat diri menjadi tertekan dan stres, melainkan sebagai pembelajaran yang bisa membuatmu lebih baik kedepannya.

7. Meningkatkan kesehatan mental
Manfaat Psikologis Ketika Kamu Menjadi Pemaaf

Manfaat Psikologis Ketika Kamu Menjadi Pemaaf Terakhir, berhubungan dengan poin-poin sebelumnya, memaafkan pada intinya akan berdampak positif pada kondisi psikologis diri sendiri. Dengan memaafkan, kita mengurangi emosi dan pikiran negatif dalam diri yang seringkali menguras tenaga dan energi ketika berlarut-larut didalamnya.

Kita dapat lebih fokus pada perkembangan diri sendiri, dibanding memikirkan kesalahan atau kejahatan orang lain. Kita dapat menghilangkan sumber stres dan kecemasan, sehingga hidup akan terasa lebih tentram dan damai.

Untuk itulah, manfaatnya gak main-main, karena mencapai tahap tersebut tentu membutuhkan effort yang besar. Jadi, sampai sini kamu udah bersedia menjadi pribadi yang pemaaf, bukan? Ingat, memaafkan tidak berarti bahwa kamu kalah, ya!

By Admin