• Sen. Mar 4th, 2024

Cerita Pemilik Warung saat Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan 01 Oktober

Pemilik Warung

Cerita Pemilik Warung saat Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan: Banyak Anak-Anak yang Menangis 01 Oktober

BERITA BABE – Cerita Pemilik Warung saat Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Tanah Air dikejutkan dengan tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur pasca laga Sabtu 1 Oktober 2022 malam WIB. Salah satu pemilik warung makanan di sekitar Stadion Kanjuruhan menyebut banyak anak-anak yang menangis karena panik dikejar petugas keamanan.

Seorang pemilik warung itu ditenggarai seorang peremuan berusia 20 tahun yang menyaksikan secara langsung ribuan Aremania menyelamatkan diri dari kejaran petugas keamanan. Dia sendiri baru menutup, warungnya saat itu karena adanya kerusuhan. Kondisi kian histeris karena adanya teriakan dari suporter dan ribuan suporter yang menyelamatkan diri.

Aremania

(Situasi di dalam Stadion Kanjuruhan Malang)

Baca juga ya : Presiden FIFA soal Kanjuruhan : Hari yang Gelap di Sepakbola 3 Oktober

“Ada banyak suara suporter yang berlarian di depan warung saya. Kemudian juga ada suara lemparan batu, sejumlah suara tembakan dan seseorang yang sedang diinjak berkali-kali. Bahkan, ada lebih dari 30 Aremania yang membuka rolling door garasi warungnya untuk bisa menyelamatkan diri,” terang pemilik warung yang enggan disebut namanya.

Ada sejumlah suporter yang ikut menyelamatkan diri ke warungnya. Beberapa di antaranya masih berusia anak-anak mulai dari dua tahun, TK, hingga sekolah dasar (SD).

“Semuanya nangis histeris. Ada anak kecil, usia tahun, usia juga. Ada yang nanya ke anak usia apa dia suka bola. Terus anak itu bilang ‘mamah yang suka,” ungkapnya.

Pada peristiwa tersebut, dia juga menyaksikan bagaimana banyak orang yang digotong dan dievakuasi oleh tenaga medis. Bahkan, dia bisa melihat anjing pengamanan milik polisi ikut mati terkena lemparan batu.

“Pokoknya menegangkan, bikin gemetaran,” terangnya.

Sekitar 174 korban meninggal dunia (data per pukul 16.00 WIB). Itu diakibatkan, para suporter yang berdesakkan keluar stadion karena kepanikan setelah tembakan gas air mata.

 

Pemilik Warung

“Dunia sepakbola sedang shock menyusul insiden tragis yang terjadi di Indonesia pada akhir pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan,” ujarnya.

“Saya menyampaikan belasungkawa terdalam saya kepada keluarga dan teman-teman para korban yang kehilangan nyawa setelah insiden tragis ini. Bersama dan komunitas sepakbola global, semua pikiran dan doa kami bersama para korban, mereka yang telah menjadi korban, mereka yang terluka, bersama rakyat Republik Indonesia, Konfederasi Sepak Bola Asia, Persatuan Sepak Bola Indonesia, dan Liga Sepak Bola Indonesia pada situasi yang sulit ini,” tutupnya.

Presiden mengucapkan duka cita mendalam terhadap . Baginya  itu jadi hari yang gelap di sepakbola.
sebagai induk sepakbola dunia memberi perhatian kepada Kanjuruhan.

“Dunia sepakbola sedang shock menyusul insiden tragis di malang yang terjadi di Indonesia pada akhir pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan,” ujarnya.

Baca juga ya : 6 Trik Sebagai obat Radang Kerongkongan Aman serta Efisien, Melakukan Perihal Berikut

“Ini adalah hari yang gelap bagi semua yang terlibat dalam sepak bola dan sebuah memilukan,” tambahnya

Namun sebelumnya, kericuhan sudah pecah di lapangan setelah peluit panjang berbunyi. Pihak kepolisian coba menahan para suporter yang mencoba menyerang offisial dan pemain Arema serta pemain-pemain Persebaya.

Dunia sepakbola sedang shock menyusul insiden tragis yang terjadi di Indonesia pada akhir pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan,” ujarnya.

“Ini adalah hari yang gelap bagi semua yang terlibat dalam sepak bola dan sebuah tragedi memilukan,” tambahnya.

“Saya menyampaikan belasungkawa terdalam saya kepada keluarga dan teman-teman para korban yang kehilangan nyawa setelah insiden tragis ini. Bersama FIFA dan komunitas sepakbola global, semua pikiran dan doa kami bersama para korban, mereka yang telah menjadi korban, mereka yang terluka, bersama rakyat Republik Indonesia, Konfederasi Sepak Bola Asia, Persatuan Sepak Bola Indonesia, dan Liga Sepak Bola Indonesia pada situasi yang sulit ini,” tutupnya.

Pada April 2004, FIFA mengumumkan bahwa mereka memperkirakan akan meraup keuntungan sebesar $144 juta dari $1,64 miliar dalam pendapatan antara tahun 2003 dan 2006.Baca artikel sepakbola, “Presiden FIFA soal Kanjuruhan: Hari yang Gelap di Sepakbola”

Baca artikel sepakbola, “Presiden soal Kanjuruhan: Hari yang Gelap di Sepakbola” selengkapnya

By Admin