• Sel. Mei 21st, 2024

7 Cara Menikmati Jalur Pansela Saat Mudik

7 Cara Menikmati Jalur Pansela Saat Mudik

Cara Menikmati Jalur Pansela Saat Mudik Mudik seharusnya menjadi perjalanan yang menyenangkan. Sebab kita akan bertemu keluarga besar, bersilaturahmi, bercanda, mengenang masa-masa kecil, serta tentu saja menyantap menu khas lebaran bersama.

Tapi perjalanan mudik sering kali dihantui kemacetan panjang hingga berjam-jam. Kalau sudah begitu, perjalanan yang seharusnya menyenangkan bisa berubah menjadi menyebalkan.

Tapi kini ada Jalur Pantai Selatan atau Jalur Lintas Selatan. Jalur ini membentang dari Anyer di Banten hingga Banyuwangi di Jawa Timur. Jalur ini bisa jadi pilihan buat kamu yang mau mudik tapi gak mau kejebak macet.

Selain itu juga banyak pantai cantik di sepanjang Jalur Pansela yang tersebar mulai dari Banten, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur. Pokoknya mudik lewat Jalur Pansela akan menjadi pengalaman tersendiri.

Hanya saja jalur ini masih sepi peminat meski pemerintah telah mengampanyekannya sejak tahun lalu. Banyak alasan kenapa pemudik belum mau mencoba jalur ini, salah satunya karena minimnya fasilitas.

Tim Jalan Pulang IDN Times telah mencicipi Jalur Pansela ini, dari Anyer hingga Malang, pada 28 Februari hingga 8 Maret 2023. Jalur sepanjang sekitar 1.500 ini memang belum sepenuhnya siap 100 persen. Tapi jalur ini tetap layak dijadikan opsi saat mudik, terutama buat kamu yang antimainstrem dan enggan terjebak kemacetan.

Nah, berikut cara menikmati Jalur Pansela biar perjalanan mudikmu sepenuhnya menyenangkan.
7 Cara Menikmati Jalur Pansela Saat Mudik

1. Pastikan kondisi tubuhmu sehat

Cara Menikmati Jalur Pansela Saat Mudik Sebelum memutuskan untuk mudik lewat Jalur Pansela, pastikan dulu kondisi tubuhmu sehat. Sebab Jalur Pansela berbeda dengan Jalur Pantura, Jalur Lintas Selatan, dan jalur TransJawa.

Kontur Jalur Pansela cenderung berbukit dengan tanjakan dan turunan yang sangat curam, seperti di Pelabuhan Ratu, Sindangbarang, Pamengpeuk, hingga Wonosari dan Blitar.

Selain itu jalur ini juga dipenuhi tikungan cilukba yang mengejutkan karena jarak antar tikungan yang satu dengan tikungan berikutnya sangat dekat sehingga bisa sangat mengagetkan pengemudi.

Selain itu juga tidak semua kondisi jalan mulus. Masih banyak jalan yang dipenuhi lubang besar dan dalam. Bahkan ada jalan yang masih diperbaiki, seperti jalan yang membelah perkebunan Teh Cikaso, Kabupaten Sukabumi.

Karena kontur jalannya sangat menantang, tubuhmu harus benar-benar fit saat menyetir. Kalau perlu bawa supir candangan, ya.

2. Pastikan mesin dan rem mobil sehat 100 persen

Cara Menikmati Jalur Pansela Saat Mudik Selain pengemudi, mobilnya juga harus sehat 100 persen. Untuk itu kamu bisa melakukan tune up mesin sebelum berangkat mudik. Pastikan juga rem mobilmu bekerja optimal. Sebab jalur Pansela dipenuhi turunan tajam yang panjang. Sangat berisiko jika kamu melalui jalur tersebut dengan kondisi rem yang kinerjanya kurang optimal.

Oya, karena treknya lumayan menantang dan beberapa ruas jalan masih rusak, disarankan membawa mobil berjenis Multi-Purpose Vehicle (MPV) dan Sport Utility Vehicle (SUV).

Contoh MPV antara lain Hyundai Stargazer, Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Mitsubishi Xpander, dan Wuling Cortez dan Confero. Sementara contoh mobil SUV yaitu Hyundai Creta, Mitsubishi Pajero Sports, Toyota Fortuner, Wuling Almaz, dan Chery Tiggo 7 dan 8.

Kenapa harus mobil MPV dan SUV? Sebab kedua jenis mobil ini memiliki ground clearance yang tinggi sehingga aman saat harus melibas jalan rusak. Kedua jenis mobil ini juga relatif aman saat menerjang banjir yang tidak terlalu tinggi.

Tidak disarankan menggunakan sedan karena ground clearance-nya terlalu rendah atau ceper. Jadi tidak akan nyaman saat melewati jalan rusak. Selain itu kaki-kaki sedan juga cenderung lemah sehingga berpotensi rusak saat menghajar jalan rusak. Tapi kalau kamu mau nekat, silakan saja.

3. Gunakan Google Maps atau Waze tapi jangan bergantung sepenuhnya
7 Cara Menikmati Jalur Pansela Saat Mudik

Cara Menikmati Jalur Pansela Saat Mudik Jalur Pansela baru dikembangkan pada 2017 sehingga fasilitasnya masih terbilang minim. Bahkan petujuk arah juga belum memadai. Karena itu wajib banget menggunakan aplikasi navigasi, seperti Google Maps dan Waze, saat mudik lewat jalur ini.

Sebab, selain menunjukkan arah, kedua aplikasi tersebut juga bisa memperkirakan sisa jarak dan waktu tempuhnya. Sehingga kamu bisa memperkirakan jam berapa akan tiba di mana. Dengan begitu kamu bisa mencari penginapan sebelum hari benar-benar gelap.

FYI, belum banyak hotel yang tersedia di Jalur Pansela. Karena itu akan sangat menyedihkan jika kamu terpaksa harus bermalam di dalam mobil. Dengan Google Maps dan Waze, kamu bisa memperkirakan sisa jarak dan waktu tempuh sekaligus mencari hotel di sepanjang rute perjalananmu.

Hanya saja jangan sepenuhnya mengikuti arahan Google Maps atau Waze. Sebab sering kali keduanya mengarahkan kita pada jalur tercepat. Padahal jalur tercepat tersebut berupa jalan tikus yang sempit dan penuh lubang. Sehingga alih-alih lebih cepat, perjalananmu justru akan terhambat.

So, jika Google Maps atau Waze mengarahkanmu ke jalan yang sempit, sebaiknya lakukan re-route atau berhenti sejenak untuk melihat lagi jalurmu secara menyeluruh.

Paling gampang adalah mengikuti jalan dengan garis berwarna kuning di tengahnya. Sebab garis berwarna kuning menandakan jalur tersebut adalah jalan utama atau jalan nasional yang pasti lebar meski belum tentu mulus.

4. Sisihkan lebih banyak waktu

Cara Menikmati Jalur Pansela Saat Mudik Tips lain untuk menikmati Jalur Pansela saat mudik adalah siapkan waktu lebih banyak. Misalnya kamu berangkat dari Anyer menuju kampung halamanmu di Bantul, Yogyakarta.  Jika lewat Tol Transjawa perjalanan dari Anyer menuju Bantul biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar 12-14 jam dengan jarak tempuh sekitar 680 km.

Tapi lain cerita jika lewat Jalur Pansela. Sebab jarak dari Anyer menuju Bantul melalui Jalur Pansela sekitar 850 km. Selisih jaraknya jauh banget, kan? Karena itu kamu harus menyisihkan waktu lebih jika ingin mudik lewat Jalur Pansela.

Selain jaraknya lebih jauh, kontur jalan di Pansela juga berliku-liku dan naik turun. Dengan kondisi jalan seperti itu, kecepatanmu tidak akan lebih dari 100 km per jam alias gak bisa ngebut. Dan memang sangat tidak disarankan ngebut di Jalur Pansela.

Sebab, selain jalannya masih banyak yang berlubang, juga sering ada ternak yang tiba-tiba melintas di tengah jalan. Di jalan Sindangbarang menuju Pamengpeuk Jawa Barat misalnya, banyak anjing yang berkeliaran di tengah jalan. Jika kamu tidak waspada, bisa terjadi insiden yang tidak diinginkan. Apalagi penerangan di jalan tersebut juga kurang memadai.

Selain itu juga terlalu banyak spot menarik yang akan kamu lewatkan jika kamu terburu-buru. So, jika ingin menikmati Jalur Pansela secara maksimal, luangkan lebih banyak waktu dan mengemudilah secara santai.

5. Sering-sering mampir ke SPBU
7 Cara Menikmati Jalur Pansela Saat Mudik

Cara Menikmati Jalur Pansela Saat Mudik Salah satu kelemahan Jalur Pansela yang kami keluhkan adalah minimnya SPBU. Karena itu, untuk menyiasatinya, kamu bisa mengisi bensin setiap kali bertemu SPBU tanpa menunggu bensin tiris.

Sebab jarak dari satu SPBU ke SPBU berikutnya, terutama di Banten dan Jawa Barat, bisa sangat jauh. Populasi SPBU baru mulai banyak setelah memasuki wilayah Bantul, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Memang sih ada banyak SPBU kecil seperti Pertashop dan Mobil Indostation milik swasta tapi tidak semuanya buka 24 jam. Jadi akan lebih peace of mind mengisi bensin setiap kali menemukan SPBU.

Apalagi Jalur Pansela penuh tanjakan yang membuat konsumsi bensin menjadi lebih boros. Selain itu mengisi bensin tanpa menunggu tiris juga akan membuat pompa bensin mobilmu bekerja lebih optimal dan berusia lebih panjang.

6. Jangan lupa bawa tenda dan alat pancing

Cara Menikmati Jalur Pansela Saat Mudik Banyak tempat wisata di sepanjang Jalur Pansela, sebagian besar berupa pantai-pantai cantik yang tersebar dari Banten, Jawa Barat, Bantul, Pacitan, hingga Malang.

So, akan lebih fun jika kamu membawa tenda dan alat pancing. Kalau bisa, sekalian bawa kompor portable lengkap dengan alat masaknya.

Dengan perlengkapan tersebut, kamu bisa menepi setiap kali melihat pantai yang cantik, mendirikan tenda di sana, lalu menyeduh kopi atau mi instan. Kalau sempat, kamu juga bisa memancing!

Bahkan banyak pengelola pantai yang menyediakan tempat menginap dengan tenda. Selain lebih murah dari hotel, bertenda di tepi pantai juga juga pastinya lebih romantis dan dekat dengan alam.

Yang pasti, dengan tenda dan alat pancing, jalan mudikmu lewat Jalur Pansela tahun ini pasti akan terasa seperti piknik dan memorable. Apalagi kalau kamu mengunggah momen tersebut di Instagram.

Oya, untuk camilan kamu gak perlu khawatir. Sebab, banyak minimarket tersebar di sepanjang Jalur Pansela.

7. Siapkan BNI Mobile Banking untuk mempermudah perjalanan

Cara Menikmati Jalur Pansela Saat Mudik Tips lain untuk bisa menikmati Jalur Pansela adalah menggunakan BNI Mobile Banking saat bertransaksi. Sebab dengan BNI Mobile Banking berbelanja menjadi semakin mudah.

Kamu tinggal memindai QR Code yang tersedia di minimarket untuk melakukan pembayaran. Gak perlu lagi uang cash dan gak perlu lagi menunggu uang kembalian.

Selain itu BNI Mobile Banking juga bisa digunakan di banyak minimarket yang tersebar di sepanjang Jalur Pansela. Tinggal scan, beres. Yup, semudah itu!

By Admin