• Ming. Apr 2nd, 2023
Raja Charless III

Pidato Perdana Raja Charles III Sebagai Penguasa Baru Kerajaan Inggris

Beritababe – Pidato pertama Raja Charles III sebagai penguasa baru Kerajaan Inggris untuk menggantikan mendiang ibunya Ratu Elizabeth II yang baru saja meninggal pada Kamis, 09 September 2022 kemarin. Pidato pertama yang dilakukan oleh Raja Charless III di sampaikan bertempat pada Istana Buckingham, London, Inggris.

Raja Charless III

Dalam pidato perdana tersebut, Raja Charles III mengatakan bahwa akan selalu berusaha untuk mengikuti jejak ibunya untuk selalu melayani warga sipil.

“Di mana pun Anda tinggal, di Inggris atau di wilayah seluruh dunia dan apa pun latar belakang dan keyakinan Anda, saya akan berusaha melayani Anda dengan kesetiaan, rasa hormat, dan cinta,” kata Raja Charles III, dikutip Reuters, Sabtu (10/9/2022).

Ia menambahkan “Seperti yang dilakukan Ratu sendiri dengan pengabdian tak tergoyahkan, saya juga sekarang dengan sungguh-sungguh berjanji pada diri saya sendiri, sepanjang sisa waktu yang Tuhan berikan kepada saya, untuk menegakkan prinsip konstitusional di jantung bangsa ini,”

Pesan Menyentuh Raja Charles III Untuk Ibunya

Dalam pidato pertama sebagai penguasa baru Inggris, Raja Charless III turut menyampaikan pesan yang menyentuh untuk mendiang ibunya Ratu Elizabeth II.

Raja Charless III

“Dan untuk my darling Mama, ketika dirimu memulai perjalanan besar terakhir untuk bersama-sama dengan mendiang Papa tersayang, saya hanya ingin mengatakan terima kasih. Terima kasih atas cinta dan pengabdianmu kepada keluarga kita dan keluarga bangsa yang kamu layani dengan rajin selama ini.”

Pesan untuk mendiang ibunya ini turut menarik simpati dari masyarakat yang banyak berduka atas kematian Ratu Elizabeth II yang sudah memimpin Kerajaan Inggris selama 70 tahun.

Raja Charless III Menjadi Sosok Tertua Pemimpin Kerajaan Inggris

 

Menjadi Raja Inggris pada usia yang sudah menginjak 73 tahu, Raja Charless III menjadi sosok tertua yang menjadi penguasa dalam sejarah Inggris. Sebelum Raja Charles III, Raja William IV adalah raja tertua dalam sejarah yang naik tahkta di usia 64 tahun pada 1830.

Pada pidato tersebut juga Raja Charles III menambahkan bahwa ia meyakini bahwa hidup akan berubah seiring dengan tanggung jawab baru yang dipikulnya sebagai pemimpin Kerajaan Inggris yang baru.

“Saya tahu pekerjaan penting ini akan terus berlanjut di tangan orang lain yang dapat dipercaya,” imbuhnya.

Selain memberikan janji untuk melayani warga Inggris dalam pidatonya, Raja Charles III juga mengucapkan terima kasih atas dukungan istrinya Camilia Parker.

“Saya sangat terinspirasi dengan dukungan dari istri tercinta saya Camilia untuk mengambil kesempatan ini,” tuturnya.

Pidato Pertama, Publik Justru Mengulik Sejarah Ratu Elizabeth II

Seiring dengan pidato perdana Raja Charles III, publik justru mengulik soal sejarah lengkap asal-usul mendiang Ratu Elizabeth II.

Banyak yang mencari siapa nama asli dari pemimpin Kerajaan Inggris terlama itu.

Merujuk dari asal-usul soal Ratu Elizabeth II yang dikutip dari Britannica, nenek dari Pangeran William dan Harry itu memiliki nama asli Elizabeth Alexandra Mary yang lahir pada 12 April 1926 di London.

Ratu Elizabeth II menjabat sebagai pemimpin Kerajaan Inggris pada 6 Februari 1952 menggantikan ayahnya. Ia mendapatkan mahkota pertamanya pada 2 Juni 1953 ketika usianya masih 27 tahun.

Raja Pada Hampir Sebagian Belahan Dunia

Raja Charless III

Pada masa silam, Inggris sangat terkenal sebagai Negara penjajah dan hobi dalam menaklukkan Negara lain. Negara jajahan yang mereka tersebar hampir di seluruh dunia, ada di semua benua, dan Negara bekas jajahan Inggris ini disebut dengan Commonwealth atau persemakmuran.

Persemakmuran ini terdiri dari 56 negara merdeka dan setara dengan total 2,5 miliar populasi penduduk dunia. 14 di antara Negara dari persemakmuran ini dipimpin oleh Raja Charles III.

Negara yang termasuk menjadi pimpinan Raja Charles III dalam persemakmuran ini adalah Antigua dan Barbuda, Australia, The Bahamas, Belize, Kanada, Grenada, Jamaica, New Zealand, Papua New Guinea, Saint Kitts and Nevis, Saint Lucia, Saint Vincent and the Grenadines, Salomon Island dan Tuvalu.

Namun pada saat Ratu Elizabeth II tutup usia, banyak dari negara persemakmuran mulai berfikir untuk memisahkan diri dari bagian Inggris.