Pemerintah Kaji Ulang Sasaran Program MBG, Penerima Berpotensi Difokuskan untuk Desil Bawah
-BERITA BABE
Pemerintah Kaji Pemerintah melalui arahan Presiden Prabowo Subianto tengah mengkaji ulang sasaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Evaluasi ini dilakukan agar bantuan dapat lebih tepat sasaran dengan memprioritaskan kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama keluarga dalam kategori desil bawah, wilayah tertinggal, serta daerah dengan angka stunting yang masih tinggi.
Kajian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan efektivitas program MBG yang saat ini telah menjangkau jutaan penerima manfaat di berbagai daerah di Indonesia. Hasil evaluasi nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan kebijakan baru mengenai penerima manfaat program.
Presiden Prabowo Minta Sasaran Program MBG Dievaluasi
Pemerintah Kaji Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh masukan terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dikaji secara menyeluruh sebelum pemerintah mengambil keputusan baru mengenai sasaran penerima bantuan.
Pemerintah Kaji Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari, menjelaskan bahwa Presiden mendengarkan berbagai masukan dari peserta rapat dan menginginkan program ini benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan.
“Beliau mendengarkan semua masukan dari semua peserta rapat yang hadir tadi, ada usulan yang macam-macam,” ujar Agustina.
Menurutnya, evaluasi dilakukan agar anggaran pemerintah dapat digunakan secara lebih efektif dan manfaat program benar-benar dirasakan oleh kelompok yang paling membutuhkan.
Kelompok Desil Bawah Menjadi Prioritas

Pemerintah Kaji Pemerintah Kaji Dalam arahannya, Presiden menekankan bahwa masyarakat yang berada pada kelompok ekonomi bawah, khususnya desil terendah, harus menjadi prioritas utama penerima Program Makan Bergizi Gratis.
Selain itu, perhatian juga akan diberikan kepada daerah tertinggal dan wilayah dengan prevalensi stunting yang masih tinggi sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas gizi masyarakat.
“Yang perlu diefisienkan, yang tidak harus menerima lagi program MBG, ya silakan tidak usah menerima lagi, tetapi mereka yang berada di desil yang di bawah, di daerah yang tertinggal, di daerah yang bervalensi stunting-nya tinggi silakan diberikan,” kata Agustina.
Arahan tersebut menjadi dasar bagi Badan Gizi Nasional untuk melakukan pembenahan pelaksanaan program sehingga distribusi bantuan menjadi lebih tepat sasaran.
Kajian Ditargetkan Rampung Dalam Satu Bulan
Pemerintah Kaji Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Trenggono, mengatakan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti arahan Presiden melalui proses kajian yang komprehensif.
Hingga saat ini, BGN belum menetapkan secara rinci kelompok penerima manfaat berdasarkan desil maupun kategori sekolah yang akan menjadi prioritas. Seluruh keputusan akan didasarkan pada hasil kajian yang sedang berlangsung.
Menurut Trenggono, proses evaluasi ditargetkan selesai dalam waktu satu bulan sesuai tenggat yang diberikan Presiden.
“Hasilnya akan disampaikan setelah kajian kita selesai. Semua ini masih kita adakan pengkajian dulu,” ujar Trenggono.
Selain sasaran penerima, evaluasi juga mencakup berbagai aspek pelaksanaan Program MBG agar berjalan lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Apa Itu Kelompok Desil?
Pemerintah Kaji Kelompok desil merupakan sistem pengelompokan tingkat kesejahteraan keluarga berdasarkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Data tersebut berasal dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan menjadi acuan pemerintah dalam menentukan penerima berbagai program bantuan sosial.
Dalam sistem ini, seluruh keluarga di Indonesia dibagi ke dalam sepuluh kelompok atau desil, dengan masing-masing mewakili sekitar 10 persen populasi berdasarkan tingkat kesejahteraannya.
Dasar hukum pengelompokan tersebut mengacu pada Keputusan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 79/HUK/2025 tentang Penetapan Peringkat Kesejahteraan Keluarga.
Rincian Kelompok Desil
Desil 1
Merupakan kelompok rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah atau sekitar 10 persen terbawah. Kelompok ini dikategorikan sebagai rumah tangga sangat miskin dan menjadi prioritas utama dalam berbagai program bantuan sosial pemerintah.
Desil 2
Terdiri dari rumah tangga yang berada pada kelompok 10 hingga 20 persen terbawah. Kelompok ini masuk dalam kategori miskin dan juga menjadi sasaran penting berbagai program perlindungan sosial.
Pengelompokan desil selanjutnya digunakan pemerintah sebagai dasar dalam menentukan prioritas penerima bantuan agar kebijakan sosial dapat lebih tepat sasaran sesuai kondisi ekonomi masing-masing keluarga.
Dampak Kajian terhadap Program MBG
Apabila hasil kajian nantinya memutuskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis difokuskan kepada kelompok desil bawah, maka penerima manfaat diperkirakan akan lebih terarah kepada keluarga miskin, masyarakat di daerah tertinggal, serta wilayah dengan tingkat stunting yang tinggi.
Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran negara sekaligus memperkuat upaya pemerintah dalam mengurangi masalah gizi, meningkatkan kualitas kesehatan anak, serta mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia di masa depan.
