• Ming. Feb 25th, 2024

BMKG: Jakarta Berpotensi Dilanda Hujan Disertai Petir

Jakarta: Sejumlah wilayah Jakarta akan diguyur hujan pada Sabtu, 6 Januari 2024, siang. Hujan dengan intensitas ringan itu bakal melanda Jakarta Barat (Jakbar), Jakarta Selatan (Jaksel), dan Jakarta Timur (Jaktim).

Hujan diprakirakan mulai merata membasahi seluruh wilayah Jakarta pada malam hari. Bahkan, sebagian wilayah Jakarta berpotensi diguyur hujan disertai petir.

“Waspada potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang di sebagian wilayah Jaksel, Jaktim, dan Jakbar pada sore hingga malam hari,” tulis BMKG, dilansir pada Sabtu, 6 Januari 2024.
Cuaca Jakarta mulai membaik pada Minggu dini hari, 7 Januari 2024. Seluruh wilayah Jakarta diprediksi berawan.

Suhu udara Jakarta berkisar 24-32 derajat celsius dengan tingkat kelembapan 70-100 persen.

Waspada Cuaca Ekstrem di Awal Tahun

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kondisi cuaca di wilayah Provinsi Jawa Barat dalam sepekan kedepan (27 Desember 2023-3 Januari 2024) masih berpotensi dilanda hujan sedang hingga lebat, terutama pada siang hingga malam hari yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem tersebut, akibat dinamika atmosfer diantaranya melemahnya pusat tekanan rendah yang membentuk sirkulasi angin di sekitar Laut Cina Selatan.

Dwikorita menjelaskan, hal itu pun menyebabkan aliran massa udara basah dari utara masuk ke wilayah selatan ekuator dan membentuk pola pertemuan angin di sekitar wilayah Jawa Barat sehingga memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan yang intens di sekitar Jawa Barat.

Kondisi tersebut, tambah dia, diperkuat dengan adanya aktivitas gelombang Kelvin dan Rossby Wave yang aktif bersamaan di sekitar wilayah Indonesia bagian Barat.

“BMKG telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di sebagian wilayah Indonesia pada periode natal dan tahun baru tahun 2023/2024 ini sejak tanggal 18 Desember 2023 dan diperbaharui kembali pada tanggal 23 Desember 2023. Jawa Barat termasuk salah satu wilayah yang masuk dalam kategori peringatan dini selama periode tersebut,” imbuhnya.

Banjir Masih Menghantui Sejumlah Wilayah Kalsel

Banjarbaru: Bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor hingga angin kencang terus mengancam wilayah Provinsi Kalimantan Selatan. Selain Kabupaten Hulu Sungai Tengah, banjir kini melanda beberapa wilayah di Kabupaten Tabalong.

Berdasarkan data Pusdalops BPBD Kalsel hari ini banjir melanda sejumlah wilayah di dua kabupaten di Kalsel yaitu Hulu Sungai Tengah dan Tabalong.

“Melalui surat edaran gubernur beberapa waktu lalu kita meminta pemerintah daerah serta masyarakat untuk mengantisipasi ancaman bencana banjir, angin puting beliung dan tanah longsor (batingsor),” kata Kepala BPBD Kalsel, R Suria Fadliansyah, Sabtu, 6 Januari 2024.

BPBD Kalsel sendiri telah memetakan wilayah rawan bencana termasuk kesiapan sarana prasarana dan SDM petugas BPBD maupun Tagana di lapangan.

Tercatat banjir melanda empat kecamatan di Hulu Sungai Tengah meliputi Pandawan, Haruyan, Batang Alai Timur dan Kota Barabai. Sebanyak 1.307 rumah terendam banjir dengan ketinggian air rata-rata 30cm hingga setengah meter.

Jumlah warga terdampak banjir sebanyak 1.743 keluarga atau 5.007 jiwa.

“Sebagian mulai surut. Namun banjir masih merendami sejumlah desa di Kecamatan Pandawan dengan ketinggian air rata-rata 30cm hingga 70 cm,” ungkap Kepala BPBD Hulu Sungai Tengah, Ahmad Apandi.

Di Kabupaten Tabalong, banjir merendami sejumlah wilayah di Kecamatan Kelua. Daerah terparah dilanda banjir adalah Desa Bintu dimana 130 rumah warga terendam dengan ketinggian air mencapai setengah meter.

Sebelumnya cuaca buruk menyebabkan longsor terjadi di daerah perbukitan Pegunungan Meratus tepatnya di Desa Halunuk dan Desa Mawangi di Kecamatan Loksado. Dua rumah warga tertimbun longsoran tebing, termasuk jalanan desa.

Sementara di Kota Banjarmasin hujan deras disertai angin kencang juga terus melanda dalam beberapa waktu terakhir. Pantauan di lokasi, sungai-sungai di Kalsel mengalami peningkatan muka air, berarus deras dan keruh akibat hujan di bagian hulu.

By Admin