• Sen. Jan 30th, 2023

2023 Resesi, Sri Mulyani Ingatkan Setiap Negara Hati-hati Ambil Kebijakan

https://beritababe.com/

2023 Resesi, Sri Mulyani Ingatkan Setiap Negara Hati-hati Ambil Kebijakan

Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Special Event Toward G20 Summit. Foto: Panitia Nasional Presidensi G20 Indonesia

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan dalam mengatasi krisis yang tengah terjadi, diperlukan langkah hati-hati dan koordinasi antarnegara. Hal ini disampaikan Menkeu pada Welcoming Remarks 4th Finance Ministers and Central Bank Governors (FMCBG) Meeting, Washington DC, Amerika Serikat.
Sri Mulyani mengangkat beberapa negara-negara telah mengambil langkah antisipasi krisis, secara tidak langsung menyebabkan kesulitan ekonomi bagi negara-negara berkembang, seperti kenaikan harga komoditas global.
“Beberapa negara-negara telah menaikkan suku bunga secara signifikan, menciptakan risiko limpahan di seluruh dunia: melonjaknya harga komoditas, meningkatkan inflasi, peningkatan suku bunga global, peningkatan risiko utang, tidak hanya di negara-negara berpenghasilan rendah, tapi juga di negara-negara maju,” tutur Sri Mulyani.
negara
Bendahara negara memprediksi bahwa situasi sulit ini akan berlanjut hingga akhir 2022 dan tidak menutup kemungkinan akan berlanjut hingga tahun depan, seperti yang telah diprediksi oleh petinggi Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF).
“Kita dapat memperkirakan bahwa situasi global tetap sulit pada tahun 2022 dan mungkin akan berlanjut hingga tahun 2023,” ujarnya.
Sebelumnya Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengatakan ada peningkatan risiko resesi global, dengan inflasi tetap menjadi masalah yang berkelanjutan setelah invasi Rusia ke Ukraina. Georgieva memastikan, IMF akan menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global di 2023 dari yang semula 2,9 persen.
Merespons hal itu, Menkeu mengingatkan untuk seluruh negara-negara anggota G20 untuk bekerja sama, dan dalam kerja sama tersebut mengambil langkah hati-hati, karena kebijakan moneter satu negara dapat mempengaruhi perekonomian dunia.

https://beritababe.com/

“Langkah yang kita ambil mempengaruhi semua negara di seluruh dunia. Tugas kita adalah bekerja sama untuk negara kecil rentan di sekitar kita dan juga warganya. Saya yakin Anda semua sadar bahwa dunia sekali lagi memperhatikan kita dengan cermat,” imbaunya.
Menkeu menutup sambutannya dengan optimisme G20 akan menjadi forum untuk menyelesaikan permasalahan perekonomian dunia, dan Indonesia akan membantu navigasi sebagai presidensi G20 tahun ini.
Kita (anggota-anggota G20) memiliki kesempatan terakhir pada tahun 2022 untuk memberikan tindakan nyata. Kesempatan terakhir kami untuk terus berdonasi untuk menunjukkan semangat multilateralisme, kerja sama, kolaborasi,” tutupnya.

28 negara yang minta bantuan IMF karena krisis ekonomi:

No
Negara
Keringanan
1
Afghanistan
SDR 10,05 juta
2
Benin
SDR 23,34 juta
3
Burkina Faso
SDR 39,54 juta
4
Burundi
SDR 17,96 juta
5
Central African Republic
SDR 12,98 juta
6
Chad
SDR 10,12 juta
7
Comoros
SDR 3,08 juta
8
Congo
SDR 29,69 juta
9
Djibouti
SDR 6,03 juta
10
Ethiopia
SDR 14,00 juta
11
Gambia
SDR 7,93 juta
12
Guinea
SDR 69,15 juta
13
Haiti
SDR 15,21 juta
14
Liberia
SDR 45,34 juta
15
Madagascar
SDR 21,47 juta
16
Malawi
SDR 32,84 juta
17
Mali
SDR 30,00 juta
18
Mozambique
SDR 39,28 juta
19
Nepal
SDR 13,54 juta
20
Niger
SDR 31,59 juta
21
Rwanda
SDR 50,06 juta
22
Sao Tome and Principe
SDR 697 ribu
23
Sierra Leone
SDR 58,24 juta
24
Solomon Island
SDR 341 ribu
25
Tajikistan
SDR 19,57 juta
26
Tanzania
SDR 18,56 juta
27
Togo
SDR 6,93 juta
28
Yamen
SDR 47,32 juta

baca berita lain : 7 Posisi Hubungan Suami Istri Favorit Pria Terbaik

Sri Mulyani adalah orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia , Jabatan ini diembannya mulai 1  juni 2010 hingga dia dipanggil kembali oleh Presiden Jokowi Widodo untuk menjabat sebagai menteri Keuangan menggantikan Bambang Brodjonegoro , dia mulai menjabat lagi sejak 27 juli 2016 .

Sebelumnya, dia menjabat menteri keuangan kabinet indonesia bersatu , ketika ia menjadi direktur pelaksana bank dunia maka ia pun meninggalkan jabatannya sebagai menteri keuangan saat itu .

Pada tahun 2004 , dia pernah menjabat sebagai menteri negara perencanaan pembangunan nasional kepala bappenas dari kabinet indonesia bersatu , pada 5 desember 2005 .