• Sen. Mar 4th, 2024

Apakah itu Penumpukan Depresiasi? Pemahaman dan 3 Teknik Hitungnya

ByAdmin

Jun 28, 2023
Depresiasi

Apakah itu Penumpukan Depresiasi? Pemahaman dan 3 Teknik Hitungnya

Penumpukan depresiasi yaitu hitung kelompok beban penyusutan secara periodik. Penumpukan depresiasi yaitu kelompok penghitungan beban penyusutan secara periodik. Umumnya ini ditulis di neraca keuangan. Kalkulasi penumpukan itu dibutuhkan untuk mengenali nilai aktiva masih tetap yang hendak disampaikan dalam pajak ataupun kepentingan akuntansi. Agar tambah pahami mengenai penumpukan depresiasi serta rumus hitungnya, baca ulasan berikut di bawah ini sampai akhir!

Apa itu Penumpukan Depresiasi?

Dalam laporan accounting, terdapat dua nilai atau penyusutan, yaitu ongkos serta penumpukan. Cost didefinisikan selaku sesuatu pemanfaatan atas kegunaan di aktiva masih tetap yang dianggap. Sementara penumpukan merupakan himpunan dari beban penyusutan sepanjang masa tahun mula s/d tahun setelah itu sampai batasan penyusutan dipastikan. Untuk itu, nilai tertera asset merupakan perbedaan atas harga membeli dengan penumpukan.

Akan halnya contoh harta dan benda yang dihitung dalam penumpukan asset merupakan perlengkapan pabrik, gedung, perabotan kantor, kendaraan, dan yang lain. Perlu Sahabat OCBC NISP kenali, penumpukan nyaris terjadi di semuanya aktiva masih tetap, terkecuali tanah.

Karena menurut Kementrian Keuangan Republik Indonesia, tanah dipersepsikan mempunyai nilai yang selalu naik pada setiap masanya maka dari itu tidak bisa alami penyusutan. Oleh karena itu, rata-rata umumnya pelaku bisnis lebih suka dengan investasi tanah diperbandingkan aktiva masih yang lain.

Karakter Penumpukan Depresiasi

Ada beberapa ciri dari penumpukan. Mengenai ciri-khas penumpukan yaitu berikut ini. Proses setahap dan berkaitan atas menyusutnya nilai asset, baik berkaitan pemanfaatan atau selesainya waktu penggunaan asset. Adalah pengurangan dari nilai asset masih dengan karakter yang tetap serta bisa dibalikkan ke nilai aslinya sehabis dikurangkan.

Perhitungannya dipakai cuman untuk aktiva masih tetap berujud saja. Bukan stage penilaian asset, namun proses pendistribusian ongkos asset buat efektifitas waktu pemakaianya. Bisa kurangi nilai buku (nilai asset yang dipastikan dalam pembukuan).

Beberapa faktor yang Pengaruhi Penumpukan Depresiasi

Ada faktor-faktor yang mempunyai pengaruh dalam hitungan penumpukan, salah satunya ialah seperti berikut.

1. Harga Pengumpulan Asset

Satu diantaranya hal yang tentukan penumpukan merupakan harga pengumpulan asset, baik itu pada situasi anyar atau sisa. Sebelumnya Anda hitung besaran penyusutan asset, kenali lebih dulu berapakah harga aktiva waktu belumlah sempat dipunyai oleh perusahaan. Harga pengumpulan asset ini kedepan dipakai sebagai dasar nilai aktiva pada tiap-tiap fase tertentu.

2. Usia Ekonomis

Usia Ekonomis

Anda pun butuh menimbang usia dari aktiva hingga nilai fungsinya gapai Rp0 atau ditetapkan untuk dipasarkan perusahaan. Usia ekonomis dari aktiva dapat banyak variasi bergantung pada ragamnya, seperti berapakah bulan atau tahun.

3. Nilai Endapan

Nilai Endapan

Perihal yang lain yang mempunyai pengaruh dalam penumpukan yakni nilai endapan. Nilai endapan yakni nilai aktiva selesai dikurangkan nominal di setiap fase tertentu. Nilai pengendapan merupakan nilai akhir asset selesai alami kerusakan atau pengurangan kwalitas hingga nominalnya bisa menggapai Rp0 kalau tak bisa digunakan kembali.

Trik Mengalkulasi Penumpukan

Langkah hitung penumpukan kebanyakan memakai sistem garis lempeng serta saldo jadi menurun. Adapun selengkapnya terkait teknik mengalkulasi penumpukan yaitu berikut ini.

1. Teknik Garis Lempeng

Teknik Garis Lempeng

Penumpukan memanfaatkan model garis lempeng bisa dilaksanakan tentukan taksiran nilai pengendapan aktiva di tahun akhir penggunaan. Adapun rumus penumpukan dengan teknik garis lempeng, ialah:

Cost Penyusutan = (Ongkos Pencapaian Asset – Nilai Endapan) : Usia Ekonomis
Contoh pelaksanaan sistem garis lempeng dalam penumpukan yakni berikut ini.

Perusahaan X ingin menjajakan sebuah mesin produksi dengan harga Rp7 juta dalam lima tahun nantinya. Perkiraan nilai residunya saat dipasarkan yakni Rp1 juta. Berikut penyusutannya:

Cost Penyusutan =

= (Rp7.000.000 – Rp1.000.000) : lima tahun

= Rp6.000.000 : lima tahun

= Rp1.200.000

Dengan begitu, bila perusahaan X ingin jual mesinnya dengan harga Rp1 juta di lima tahun waktu depan, cost penyusutan pertahunnya harus Rp1,dua juta atau mungkin kurang dari tersebut.

2. Metoda Saldo Turun Double

Langkah selanjutnya buat mengalkulasi penumpukan depresiasi yakni dengan memakai metoda saldo turun double. Model saldo turun double kebanyakan lebih berhati-hati dalam pemutusan taksiran dibanding garis lempeng. Maka, nominal penyusutannya dinaikkan kedua kalinya lipat. Akan halnya rumus penumpukan depresiasi gunakan model saldo jadi menurun double, yaitu:

Cost Penyusutan = Cost Pengumpulan Asset x (Prosentase Ganda)
Contoh implikasi model saldo jadi menurun double dalam penumpukan depresiasi ialah berikut ini.

Perusahaan X mau menjajakan suatu mesin produksi dengan harga Rp8 juta dalam lima tahun akan datang, dengan perkiraan nilai residunya waktu dipasarkan ialah Rp1 juta. Berikut penyusutannya:

Rasio depresiasi pertahun = ⅕ tahun x 100% = 20%

Perbandingan depresiasi ganda = 2 x 20% = 40%

Keseluruhan nilai endapan = Rp8.000.000 – Rp7.377.920 = Rp622.080

Dengan begitu, berdasar pada metoda saldo turun double, mesin produksi perusahaan X tidak bisa dipasarkan dengan harga Rp1 juta, namun Rp622 ribu saja dalam lima tahun nantinya.

3. Teknik Saldo Jadi menurun Tunggal

Depresiasi Meski dihitung cara yang berhati-hati, metoda saldo jadi menurun double kali saja tidak sama dengan harapan perusahaan.
Oleh sebab itu, pemecahannya dapat menimbang cara saldo jadi menurun tunggal. Rumus penumpukan memakai model saldo jadi menurun tunggal, yaitu:

Ongkos Penyusutan = Ongkos Pengumpulan Asset x (Perbandingan Penyusutan Tunggal)

Begitu keterangan terkait apakah itu penumpukan depresiasi serta rumusnya. Dapat disaksikan, kalkulasi penumpukan merupakan poin utama untuk perusahaan. Hal semacam itu dipicu hasilnya bisa diperlukan buat lakukan pantauan atau management kepada asset untuk mempertahankan kesehatan keuangan perusahaan. Berkata berkenaan masalah kesehatan keuangan, pastinya ada banyak soal yang penting dimengerti.

 

BACA JUGA : 5 Trik Menjaga Rambut biar Masih Sehat serta Mengkilau

By Admin