• Rab. Jul 24th, 2024

Beritababe

Nyok Baca Berita Dari Babe DIjamin Aktual Gak Boong

3 Trik Mengalkulasi Umur Kehamilan, Haid Paling akhir sampai USG

USG

3 Trik Mengalkulasi Umur Kehamilan, Haid Paling akhir sampai USG

Jakarta, BeritaBabe — Sebagian perempuan mungkin belum tahu cara menghitung usia kehamilan. Padahal, ini penting untuk memantau perkembangan bayi di dalam kandungan.
Selain itu, usia kehamilan perlu diketahui agar ibu hamil alias bumil bisa mengetahui kapan bayi akan lahir. Tujuannya agar semua kebutuhan bayi bisa segera dipersiapkan.

Cara Menghitung Usia Kehamilan

Saat ini, ada tiga cara menghitung usia kehamilan.
Pertama, berdasarkan hari pertama haid terakhir (HPHT).
Kedua, menghitung tanggal ovulasi.
Ketiga, melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG).

1. HPHT

HPHT merupakan cara menghitung usia kehamilan yang paling sering digunakan. Caranya mudah, bumil hanya perlu ingat kapan hari pertama haid terakhir.

Misalnya, HPHT bumil pada 1 Juni 2022, maka pada 29 Juni 2022 janin sudah berusia empat minggu atau satu bulan. Namun, perhitungan menggunakan cara HPHT ini umumnya digunakan pada perempuan yang punya riwayat haid teratur.

Sementara bila masa haid tidak teratur, mungkin akan kesulitan mengingat kapan HPHT tersebut dan menggunakannya sebagai patokan untuk menghitung usia kehamilan.

Di sisi lain, perhitungan sederhana ini bisa juga digunakan untuk mengetahui hari perkiraan lahir (HPL). Caranya, HPHT ditambah 40 minggu. Contohnya, HPHT 1 Juni 2022, maka HPL pada 8 Maret 2023.

Cara Menghitung Usia Kehamilan

Namun, ada perhitungan lain dengan cara ini, yakni menggunakan rumus Naegele. Berdasarkan rumus ini, HPL diketahui dengan cara HPHT ditambah satu tahun dan satu minggu, lalu dikurang tiga bulan.

Misalnya, HPHT 1 Juni 2022, lalu ditambah satu tahun sama dengan 1 Juni 2023. Kemudian ditambah satu minggu menjadi 8 Juni 2023.

Selanjutnya, dikurangi tiga bulan sama dengan 8 Maret 2023. Maka, HPL adalah 8 Maret 2023.

Kendati begitu, perlu diingat bahwa HPL hanya proyeksi. Sementara bayi bisa lahir lebih cepat, sesuai, ataupun mundur dari HPL. Semua ini tergantung pada perkembangan bayi dalam kandungan.

2. Tanggal ovulasi

Cara menghitung usai kehamilan yang lain adalah menggunakan patokan tanggal ovulasi alias pelepasan sel telur. Sebab, pembuahan oleh sperma baru bisa terjadi jika sel telur sudah ada.

Ovulasi biasanya terjadi sekitar dua minggu setelah hari pertama haid. Misalnya, HPHT pada 1 Juni 2022, berarti ovulasi terjadi pada 15 Juni 2022.

Lewat dari tanggal tersebut jika perempuan berhubungan intim dan hamil, maka usia kehamilannya bisa dihitung setelah tanggal tersebut.

ovulasi

Sebenarnya, ini cara yang lebih tepat untuk menghitung usia kehamilan. Tapi, tidak banyak perempuan yang tahu menyadari soal tanggal ovulasi.

Sebab, tidak terasa secara signifikan pada tubuh. Namun, sebenarnya ada salah satu tanda ovulasi, yaitu melihat kekentalan lendir serviks.

BACA : ini-5-faedah-teh-chamomile-untuk-kecantikan

3. USG

Pemeriksaan kehamilan dengan USG bisa dilakukan pada 5-6 minggu setelah telat haid. Namun, waktu terbaiknya setelah 8 minggu.

Pasalnya, kantung kandungan baru dapat terlihat jelas. Setelah itu, dokter akan memberikan HPL kepada bumil.

USG

Pemeriksaan USG boleh dibilang menjadi cara menghitung usia kehamilan yang paling praktis. Selain itu, bisa dilanjutkan dengan konsultasi mengenai kehamilan.

By Admin